Headline NewsHukumKampus IAINNasional

Security Kampus IAIN Korban Penganiayaan Akibat Aksi Brutal Aktivis HMI

Polsek Selebar Resor Kota Bengkulu Berupaya Untuk Mediasi

Bengkulu, rafflesianews.com -Akibat aksi demo yang di lakukan oleh puluhan aktivis yang tergabung di organisasi HMI sehingga menyebabkan Security IAIN, Syahromi (22) menderita luka lebam di pelipis pada bagian muka, karena merasa dirinya dianiaya kejadian tersebut diaporkan ke Polsek Selebar yang kota Bengkulu,pada kamis (29/3/18) kemarin

Kabag Humas publikasi di Rektorat IAIN Bengkulu, Drs.H.Syaifuddin MM, saat di hubungi melalui seluler pribadinya menjelaskan, Memang benar bahwa Security IAIN ini melaporkan kejadian tersebut ke polsek Selebar terkait penganiyaan yang diduga dilakukan oleh salah satu aktivis HMI saat demo yang menerobos masuk ke dalam Kampus IAIN Bengkulu kemarin.

“Laporan Syaromi (22) security kampus IAIN Bengkulu itu setelah kejadian, langsung di laporkan ke polsek selebar, atas dugaan tindak pidana penganiayaan.”Ujar Syaifuddin

Dikatakan Syaifuddin” Informasih hari ini jumat, (30/3/18) HMI akan menggelar konferensi pers di sekretariat HMI Cabang Bengkulu.dengan materi bahwa HMI, menuding tindakan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu mengamankan bendera dan atribut HMI sebagai tindakan perampasan dan pembubaran paksa, Padahal menurut syaifuddin petugas kampus mengamankan atribut itu memang sudah ada aturannya,justru malah sebaliknya pihak aktivis HMI yang telah melakukan tindakan pelanggaran.

“Saya dapat informasih Mereka akan konferensi Pers., di sekretariat HMI, dengan agenda menuding tindakan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu yang mengamankan bendera dan atribut HMI sebagai tindakan perampasan dan pembubaran paksa, tanpa ada surat pemberitahuan, padahal itu memang sudah ada aturannya, tapi setelah ada kesepakatan untuk duduk bersama nanti kita akan menyampaikan bahwa memang ada larangannya, kalau kemarin kita tidak ada kesempatan untuk menjelaskan hal itu, karena mereka datang secara mendadak, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, Ungkapnya

Sementara itu menurut Pengakuan Security Kampus IAIN Bengkulu Syaromi (22) saat di konfirmasi mengungkapkan, Penganiayaan tersebut ketika dirinya mengambil arsip surat tugas wakil rektor III,setelah di perjalanan dengan sepontan berkas yang ia pegang dirampas paksa oleh salah satu peserta demo, karena merasa berkas itu penting ia mencoba untuk merebutnya kembali, ternyata bukannya berkas itu di kembalikan malahan dirinya mendapat beberapa kali pukulan sehingga luka lebam.

“Saya di pukul saat mengambil berkas arsif yang di perintahkan oleh wakil Rektor, setelah di perjalanan ada salah satu perserta demo yang mendekat ke arah saya, langsung merampas berkas itu,karena itu tugas lalu kemudian saya mencoba untuk mengambil kembali berkas tersebut, Tapi bukan di kembalikan malah mereka memukul di bagian pelipis muka saya dengan alat pengeras suara yang sedang mereka pegang,” Keluh
Syaromi tampak troma

Kepala Kepolisian Sektor Selebar, Kompol Tigor Lubis,Spd .MM , membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan security kampus IAIN Bengkulu tersebut. “Syahromi membuat laporan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh massa yang melakukan aksi demo di kampus IAIN Bengkulu,” kata Tigor Lubis, saat di hubungi pada Jumat siang (30/3/2018).

Dikatakan Tigor Lubis, Dalam laporan itu, korban menyertakan hasil visum yang menderita luka dibagian pelipis kirinya. Atas laporan itu, pihaknya akan mencoba mengupayakan mediasi terlebih dahulu antara kedua belah pihak.

“Rencananya kita akan memanggil kedua bela pihak, dalam pemangilan itu kita membicarakan agar kedua bela pihak bisa berdamai secara kekeluargaan, ” rencana Hari Selasa (3/4/2018) nanti baru kita panggil” demikian Imbuh Kapolsek selebar(rian)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close