AdvertorialKota Bengkulu

Pemprov Mendorong IAIN Menjadi UIN

Bengkulu,RN – Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu merupakan pengembangan lebih lanjut dari Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah, yang  dialih statuskan dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) sejak 2012 berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51, Tanggal 25 April 2012. Selanjutnya IAIN Bengkulu bertekad untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Alih status IAIN menjadi UIN menurut Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag, MH bukan merupakan kepentingan pribadi, namun menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Mengenai persoalan lahan yang hingga saat ini belum ‘Clear’ dan struktur kepegawaian yang harus disiapkan. Sirajuddin yakin bahwa permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan membangun komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, sehingga nantinya tidak menjadi kendala saat proses alih status menjadi UIN.

“Dari segi Sumber Daya Manusia kita sudah mampu, sudah disampaikan ke Biro Organisasi dan Tata Laksana (Biro Ortala) Kementerian Agama (Kemenag RI) dan itu menunggu pembahasan mengenai presentasi potensi kedepan terhadap dukungan masyarakat, persiapan Administrasi yang diperlukan setelah itu di visitasi karena ini melalui lintas kementerian. Jadi kita harus melewati proses tersebut karena yang mengeluarkan pengesahan itu adalah Kemeterian Pendaya Guna Aparatur Sipil Negara (Kemenpan RB)”, kata Sirajuddin usai Seminar Ekonomi Islam Dengan Tema ‘Digitalisasi dan Tren Bisnis Zaman Now’, Kamis (01/11) kemarin.

Dikesempatan yang sama, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, memberikan apresiasi dan kepada IAIN untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya. Prestasi yang diraih Mahasiswa IAIN Bengkulu cukup membanggakan, penelitian serta pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tugas pokok kampus juga terlaksana dan tetap memberikan manfaat untuk masyarakat.

“UIN merupakan usulan dari rektorat, kita memberikan dukungan, mudah-mudahan waktunya tidak terlalu lama. Artinya, pak rektor sudah mempersiapkan sedemikian rupa, kita membangun komunikasi terus menerus dengan Kementerian Agama agar IAIN Bengkulu ini bisa menjadi Universitas Islam Negeri Bengkulu”, kata Rohidin Mersyah.

Adanya penambahan Fakultas untuk ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk pengembangan pembangunan Bengkulu tentu sangat dibutuhkan seperti Fakultas Kedokteran, Psikologi dan lain-lain. Penyerahan aset dari Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga saat ini sudah di proses hingga tingkat Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dan sudah di bahas dalam TIM DPRD Provinsi Bengkulu.

“Secara ‘de facto’ saya sudah sangat setuju dan itu sudah di bahas dalam tingkat DPRD Provinsi Bengkulu. Mudah-mudahan akan segera terealisasi”, tambah Rohidin Mersyah.

Mengenai target waktu, Rohidin juga mengatakan semua tergantung pencabutan Moratorium dari Kementrian Agama Republik Indonesia. Beberapa waktu yang lalu Menteri Agama juga sudah berjanji kepada Rektor IAIN Bengkulu Sirajuddin.

“Ketika Moratorium sudah di cabut pada tahun 2019, segala persiapan sudah dilaksanakan mudah-mudahan Provinsi Bengkulu akan di Prioritaskan”, harap Rohidin Mersyah.

Untuk diketahui, saat ini IAIN memiliki 5 Fakultas dan 27 Program Studi dengan jumlah Dosen 131 serta Mahasiswa berjumlah 3.958 orang. Berakreditas B, IAIN menyempurnakan dengan fasilitasnya yang cukup lengkap mulai dari Free hotspot area, Taman santai dan belajar, Perpustakaan, Sarana ibadah, Fasilitas olahraga (lapangan futsal, voli, basket), Bus kampus dan masih banyak lagi yang bisa ditemui. (Adv/Fhri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close