AdvertorialDPRD ProvinsiDPRD Provinsi

DPRD Provinsi Gelar Paripurna Hasil Pembahasan Komisi Terhadap 2 Raperda

Paripurna Ke-6 Masa Sidang Ke-1 Tahun Sidang 2018

BENGKULU,rafflesianews.com – DPRD Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Paripurna ke- 6 masa persidangan ke-1 tahun sidang 2018, Senin(19/3/2018) di ruang rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu.

Paripurna tersebut dengan agenda penyampaian hasil pembahasan tingkat komisi-komisi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelanggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat serta Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri.

Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu yang membahas tentang Raperda Rencana Pembangunan Industri dan Ketertiban Umum, Senin (19/3/2018).

Rapat yang dipimpin Waka I Edison Simbolon tersebut turut dihadiri 23 Anggota Dewan,Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisiten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, Danlanal, Kabinda Provinsi Bengkulu, BPKP Bengkulu, BNNP Bengkulu, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Provinsi Bengkulu, Asisten dan Staf Gubernur Provinsi Bengkulu, Kakanwil, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bengkulu (FKPD).

Dalhadi Umar membacakan hasil pembahasan komisi I dalam paripurna

Dari laporan hasil pembahasan Komisi I atas Raperda tentang Peyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Perlindungan Masyarakat. Raperda tersebut dapat dilanjutkan ketahap berikutnya yaitu pendapat akhir Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu, yang akan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Ke 8 pada tanggal 2 April mendatang.

“Pada tingkat pembahasan telah dilakukan secara seksama, cermat, teliti, menyeluruh dan mendalam. Baik terhadap landasan hukum hingga tercapainya kesepakatan dan persamaan pandangan dan persepsi,” sebut Dalhadi Umar membacakan hasil pembahasan komisi I.

Penyerahan Hasil Pembahasan komisi I dalam sidang Paripurna

Dari Hasil pembahasan atas Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri, yang dibahas oleh komisi II. Dimana Komisi II DPRD Provinsi  menunda Raperda tersebut untuk dilanjutkan ke pembahasan tingkat selanjutnya. Hal itu lantaran Komisi II beralasan masih perlu adanya pembahasan lebih mendalam dan melibatkan berbagai pihak hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

“Dari hasil pembahasan komisi II bersama mitra kerja terkait, maka disimpulkan bahwa masih perlu adanya perpanjangan waktu dalam pembahasan Raperda ini. Untuk itu, kami minta pimpinan melalui Badan Musyarawah dapat menjembatani ulang pembahasan Raperda ini,” sebut Mega Sulastri membacakan hasil pembahasan komisi II. .(ispahri/adv)

Serius : Peserta paripurna tampak serius membahas 2 Raperda

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close