.HukumKota Bengkulu

WNA Ilegal “Kuasai” PLTU Teluk Sepang

Bengkulu, rafflesianews.com – Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sepang, Kota Bengkulu diduga memperkerjakan imigran gelap. Dari informasi salah satu pekerja, Warga Negara Asing (WNA) yang diduga tidak memiliki dokumen resmi tersebut berjumlah ratusan orang, bahkan hampir mencapai 80 persen dari jumlah pekerja.

“WNA yang seakan menguasai pekerjaan tersebut berasal dari Cina (Tiongkok-red),” ujar sumber RN yang tidak mau disebutkan namanya saat mendatangi redaksi RN, Selasa (30/01/2018).

Menurutnya, hal ini tidak luput dari kurangnya pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Ditjen Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM RI wilayah Bengkulu.

“Dengan banyaknya WNA Ilegal tersebut kemungkinan pihak Imigrasi kurang dalam mengawasi setiap perusahaan di kota Bengkulu ini,” kesalnya.

Selain itu Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bengkulu diduga tidak memiliki data yang lengkap tentang jumlah angkatan kerja, jumlah pengangguran dan jumlah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing tersebut.

“Seharusnya data tersebut menjadi tolok ukur untuk pembangunan daerah dalam mengentaskan pengangguran. Dengan adanya WNA ini tentu merugikan penduduk yang membutuhkan pekerjaan,” pukasnya.

Bahkan, diungkapkan sumber, mess pekerja di lokasi PLTU dijadikan tempat hiburan ketika malam hari.

“Kalau malam di mess sering dijadikan tempat pesta WNA, bahkan kerap kali terlihat wanita WNA di lokasi tersebut,” demikian sumber.

Menanggapi permasalahan tersebut, Waka II DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan, sejauh ini pemerintah Kota maupun DPRD Kota Bengkulu belum pernah dilibatkan. Baik dari awal pembangunan, perizinan maupun karyawan.

“Mereka (PLTU-red) berurusan dengan Pemda Provinsi, padahal wilayah PLTU termasuk dalam kota Bengkulu,” beber Teuku kepada RN di kediamannya, Selasa (30/01/2018).

Diungkapkannya, DPRD Kota belum menerima laporan mengenai keberadaan WNA ilegal yang dipekerjakan di PLTU. Untuk itu pihak dewan akan melakukan kroscek lapangan.

“Kami berterimakasih kepada rekan media atas informasi adanya WNA ini. Kami akan cek kelokasi. Tadi siang kami juga telah menerima laporan warga Teluk Sepang yang sulit mendapatnya pekerjaan di PLTU. Kemungkinan ini ada keterkaitannya,” ungkapnya demikian.

Sementara itu, baik Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu ataupun Disnaker Provinsi Bengkulu belum dapat dikonfirmasi. (rn)

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close