.HukumRejang Lebong

Terindikasi Penyimpangan, Pembangunan Gedung Serbaguna RL Tetap Dilanjutkan

Proyek Pembangunan Gedung Serba Guna (GD-07) Tahun 2017 kabupaten Rejang Lebong (RL) beberapa waktu lalu sempat dihentikan kini dilanjutkan

Rejang Lebong, BR – Dilanjutkannya Proyek Pembangunan Gedung Serba Guna (GD-07) kabupaten Rejang Lebong (RL) beberapa waktu lalu sempat dihentikan, menuai berbagai protes. Pasalnya, dari hasil uji lab terdapat item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Dilanutkannya pekerjaan tersebut setelah dilakukan koordinasi dan rapat tertutup Kepala Dinas PUPR, PPTK  yang juga ikut dihadiri Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) kabupaten Rejang Lebong serta Pihak PT. Lian Surya selaku Kontraktor Pelaksana.

Kondisi ini tentu saja mengundang pertanyaan besar dari berbagai pihak. jika mengacu pada perpres 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,  proyek tersebut tidak bisa untuk dilanjutkan kembali. Dengan tidak sesuai spkesifikasi pada mutu beton,  dipastikan akan mempengaruhi kualitas bangunan.

“Kami duga ini mengandung unsur penyimpangan dalam proyek tersebut,” ujar Ketua Pusat Informasi Jaringan Rakyat (PIJAR) Institude Provinsi Bengkulu, melalui Sekretaris, Apriansyah.

Tak hanya itu, Pria yang akrab disapa Rian ini menambahkan,  kebijakan dilanjutkannya pembangunan Gedung yang menghabiskan Dana Rp. 9Milyar ini seakan mengangkangi peraturan.

“Permasalahan sudah jelas, bahwa hasil uji lab mengatakan mutu beton pada coran tiang tidak sesuai dengan spesifikasi. Artinya, dari situ sudah ada indikasi penyimpangan. Kok dilanjutkan lagi. Selain itu, sebelum pekerjaan fisik tentu sudah ada konsultan yang membuat perencanaan pemangunan gedung itu, dibantu dengan tim teknis (Pengolah Teknis) yang sudah memperhitungkan tingkat resiko dari bangunan tersebut. Kita kawatirkan dengan dilanjutkannya pembangunan tersebut kedepannya beresiko.”  Ungkap Rian.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab RL, RA Denni SH, MM mengatakan jika pihak Pemkab akan memanggil Kepala Dinas PUPR.

“Dalam waktu dekat ini kita akan panggil Kadis PU,” singkat Denni saat dikonfirmasi BR, senin (22/1) di Kantor Pemkab RL.

Terpisah, Kadis PUPR RL tidak dapat dikonfirmasi, demikian Direktur PT. Lian Surya, tidak dapat ditemui dilokasi pekerjaan maupun dihubungi via handphone.

Seperti dilansir media cetak maupun elektronik lokal yang telah mempublikasikan pernyataan Ketua Tim TP4D Kabupaten Rejang Lebong, Bobon Rubiana, SH yang saat ini menjabat Kasi Intelijen Kejari setempat, rabu (6/12) bahwa TP4d tidak menampik adanya temuan ketidaksesuaian pada spesifikasi pekerjaan gedung serba guna. Dikatakan, temuan tersebut (ketidaksesuaian spesifiksi bangunan) setelah dilakukan uji laboratorium serta adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kantor perwakilan Bengkulu.

“Ada coran bangunan yang tidak sesuai stadar. Hasil Lab dikeluarkan pihak propinsi terkait ketidak sesuaian spesifikasi sudah kita terima”. Terang Bobon. (bd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close