Hukum

Temuan BPK, Bank Bengkulu Pungut Pajak Bunga Tabungan Dari Jasa Giro 119 Rekening Pemda.

/// Indikasi Penyimpangan.

Bengkulu Rafflesianews.com – Dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bengkulu, telah menemukan adanya indikasi penyimpangan system ketidak patuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku pada operasional Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) pada buku kas daerah tahun anggaran  2015, 2016 pada semester I tahun 2017.

Menurut Kepala Perwakilan BPK Bengkulu Yuan Candra Djaisin kepada wartawan beberapa waktu lalu menjelaskan, Tim auditna telah menemukan 13 item yang tidak sesuai dengan kepatuhan, selanjutnya ada 119 rekening milik pemerintah daerah (Pemda) yang masih dikenakan pajak atas bunga tabungan dan jasa giro.

“Temuan ini bukan hanya rekening milik pemerintah provinsi, tapi seluruh masih dikenakan pajak bunga tabungan dan jasa giro,” Jelas Yuan Candra Djaisin, saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) operasional Bank Bengkulu, Jumat 24 November 2017 lalu.

Atas temuan tersebut Yuan Candra menegaskan, Pihak Bank Bengkulu untuk tidak melakukan hal yang serupa, dan harus dihentikan.

“Setelah LHP ini, Saya minta untuk dihentikan karena hal tersebut (bunga tabungan dan jasa giro) sepenuhnya pendapatan daerah,” tegasnya.

Adapun pemeriksaan ini, sebut Yuan, ditujukan untuk menilai Sistem Pengendalian Intern (SPI) operasional Bank Bengkulu dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dari hasil pemeriksaan BPK perwakilan Bengkulu tersebut dan juga akan memperbaikinya.

“Kami harapkan juga bimbingan dari BPK dalam menjalani operasional Bank Bengkulu dan kami berkomitmen untuk memperbaikinya,” Ujar Agusalim waktu itu.

Sementara itu berdasarkan data dan pantauan RN yang terjadi di Bank Bengkulu selama ini, Untuk diketahui sistem Pengelolaan Bank Bengkulu dari tahun sebelumnya pemungutan Pajak Bunga Tabungan Dari Jasa Giro di seluruh instansi pemerintah sudah bejalan, Namun Eronisnya baru sekarang menjadi polimik masalah tersebut.demikian(Rn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close