DaerahRejang Lebong

Tegas dan Berkualitas Rosjonsyah, Pertahankan Lebong Zona Hijau

Bengkulu, rafflesianews.com – Bupati Kabupaten Lebong yang Juga Bakal Calon Wakil Gubernur Bengkulu Dr H Rosjonsyah dinilai Pemimpin Tegas dan Berkualitas. Ini dapat dilihat dari Awal Wabah Covid-19 hingga sekarang Kabupaten Lebong dikategorikan masuk zona Hijau, Kamis (10/9).

Bupati Lebong 2 Periode ini Memutuskan Maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang untuk mendampingi Dr H Rohidin Mersyah yang sekarang Menjabat Gubernur Bengkulu.

Menurut Sumber disalah satu media Online Kabupaten Lebong di Provinsi Bengkulu, menutup total semua arus lalu lintas warga dari luar wilayah atau sebaliknya selama Lebaran.

Penutupan akses jalan di perbatasan itu mulai berlaku pada Sabtu (23/5/2020) dan akan berlangsung hingga Rabu (27 5/2020).

Hal ini dikakukan untuk mempertahankan zona hijau di daerah itu.

Lebong adalah salah satu wilayah paling disiplin di Provinsi Bengkulu dalam menolak pendatang untuk masuk ke wilayah itu.

Terbukti sejauh ini belum ditemukan kasus Covid-19.

Selama hari raya Idul Fitri 1441 H, warga kabupaten setempat juga dilarang keluar dan masuk.

Bupati Kabupaten Lebong Rosjonsyah mengatakan, pelarangan pendatang atau warga yang keluar Kabupaten Lebong dilakukan dalam rangka terus menjaga kabupaten ini tetap menjadi zona hijau.

“Setiap posko sekarang diperketat penjagaannya, jadi sekarang tidak boleh lagi pendatang ataupun warga bisa masuk dan keluar dari zona hijau,” ujar Rosjonsyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Rosjonsyah, setiap posko di perbatasan Kabupaten ini telah dilakukan penebalan penjagaan, dengan cara memberi blokade di tengah jalan.

Blokade di setiap perbatasan masuk kabupaten yang dijaga oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri.

“Distribusi logistik makanan dan obat-obatan tetap bisa masuk ke Kabupaten ini, tetap dicek dan diperiksa oleh Satgas yang berjaga di posko,” sebut Rosjonsyah.

Apabila lalu lintas warga dibiarkan terus, kemungkinan ODP akan bertambah hingga ribuan orang, Kata Rosjonsyah.

“Meski zona hijau, kita juga tidak melakukan shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan, serta tidak mengadakan open house, ” kata Rosjonsyah.(**)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close