AdvertorialDaerahHeadline NewsRejang Lebong

Resmikan Masjid Warga, Rohidin Sebut Ramadhan Tahun ini Makin Istimewa

Rajang Lebong, rafflesianews.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat meresmikan Masjid Al-Azhar di Kabupaten Rejang Lebong mengatakan, Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan yang semakin istimewa. Pasalnya, Ramadhan 1442 Hijriyah akan kembali semarak setelah tahun lalu dilakukan pembatasan karena pandemi.

“Alhamdulillah, kita bersama-sama meresmikan masjid ini. Insya Allah, ini akan menjadi semangat baru bagi warga dalam menyambut Ramadhan 1442 Hijriyah. Kita akan kembali menyemarakkan bulan suci di masjid-masjid, dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Gubernur Rohidin usai meresmikan Masjid Al Azhar. Masjid warga di Kelurahan Air Putih Baru, Curup Selatan-Rejang Lebong, Selasa (6 Maret 2021).

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Rohidin, merupakan sebuah pola kehidupan normal untuk saling menjaga satu sama lain. Hal itu perlu diterapkan dan dipatuhi agar aktivitas ekonomi, sosial masyarakat tetap aman dan bisa tetap produktif. Dirinya juga mengingatkan, saat ini pandemi Covid19 belum usai.

“Pemerintah saat ini fokus pada penanganan Covid19 dan juga pemulihan ekonomi. Searah dengan kebijakan pemerintah pusat, kita tentu mendukung upaya-upaya itu. Mari kita patuhi prokes dan tak perlu risih saat ada penerapan, termasuk saat beribadah,” ujar Rohidin.

Ramadhan, imbuh gubernur, merupakan bulan penuh rahmat yang dinanti-nantikan umat muslim. Di dalamnya penuh dengan keistimewaan nilai-nilai ibadah. Tahun ini, katanya, menjadi semakin istimewa ketika masyarakat saling jaga, beraktivitas dan beribadah secara produktif.

Menyinggung soal mudik dan cuti bersama, untuk di Provinsi Bengkulu, gubernur sampai saat ini tidak mengeluarkan larangan ataupun pembatasan.

“Soal mudik, kalau internal provinsi, artinya di dalam Provinsi Bengkulu misalnya keluarga dari Lebong mau ke Kota Bengkulu, atau orang Bengkulu mau pulang ke Kaur, boleh saja, mau dua sampai tiga kali juga boleh, tidak mungkin ada pelarangan,” ucap Rohidin.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VIII DPR Mohammad Saleh menjelaskan, terbitnya aturan dari pemerintah soal penerapan ketat protokol kesehatan adalah upaya melindungi masyarakat. Ramadhan, menurutnya juga menjadi sarana membiasakan masyarakat dengan kedisiplinan, bahkan sarana yang menyehatkan.

“Di Bengkulu ini ada ribuan masjid, ribuan mushola. Tentunya yang menggunakan adalah komunitas sekitar yang saling kenal satu-sama lain. Saya yakin masyarakat Provinsi Bengkulu tidak sulit untuk menerapkan protokol kesehatan, apalagi di tempat ibadah,” demikian M Saleh yang merupakan anggota DPR RI Dapil Bengkulu.(adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close