DaerahHeadline NewsKepahiangNasionalPolitik

POLEMIK TAPAL BATAS ANTARA KEPAHIANG DENAGN REJANG LEBONG

Puluhan Warga Kepahiang Protes Ke Kantor DPRD

Kepahiang,rafflesianews.com    Lantaran tidak terima penetapan tapal batas antara kabupaten Kepahiang dengan kabupaten  Rejang Lebong yang sebelumnya telah di tetapkan oleh pemerintah  bahwa titik koordinat (TK) 14 berada di areal  perkebunan petani Warung Pojok, Kecamatan Muara Kemumu kabupaten Kepahiang provinsi Bengkulu

Kepala Desa Warung Pojok Supian Aidi menjelaskan,Kadatangannya bersama  puluhan warga ke kantor DPRD kepahiang tersebut,  pertama pihaknya tidak terimah dan keberatan bahwa penetapan titik kardinat (TK)14 tapal batas antara kepahiang dengan rejang lebong, alasannya areal perkebunan seluas 300 meter masuk ke dalam wilayah rejang lebong.

“Kami mendatangi kantor DPRD kabupaten kepahiang ini menyatakan keberatan. Penetapan titik kardiant (TK)14 tapal batas antara kepahiang denagn rejang lebong. Karena setelah  lokasi areal  perkebunan seluas lebih kurang 300 Meter persegi masuk dalam kawasan kabupaten rejang lebong.” Kata Kepala Desa Warung Pojok Supian Aidi bersama sejumlah masyarakat saat mendatangi kantor DPRD kepahiang pada Senin (19/3/2018)

Tak hanya itu dikatakan kades Supian Aidi, eronisnya saat pengkuran  yang di lakukan oleh tim dari pemerintah Provinsi Bengklulu beberapa waktu lalu  bahwa  lokasi perkebunan tersebut  tidak masuk dalam kawasan kabupaten rejang lebong,masih di dalam areal kepahiang,  Namun ketika pemasangn patok  titik kardinat (TK) 14  tapal batas tersebut di pasang dalam lokasi perkebunan warga yakni masuk ke wilayah  kabupaten  Rejang Lebong

“ Kami tidak terima patok titik kardinat (TK) 14  tapal batas tersebut berada di pasang di tenga-tengah perkebunan  kami sebagai petani, karena kalau di pasang tidak sesuai dengan penetapan awal,setelah di ukur oleh tim dari provinsi Bengkulu  bahwa patok titik kardinat tapal batas, sesuai dalam berita acara yang di tetapkan lahan perkebunan seluas kurang lebih 300 Meter persegi  disebut masuk dalam wilayah rejang lebong,  Tapi kenapa saat pemasangan  patok tapal batas sebagian perkebunan kami  sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong,jelas kami tidak terima,” Protes kades

Sebagai pemimpin desa Supian Aidi menegaskan,  Kedatangan nya bersama dengan warga Dengan  mendatangi kantor DPRD Kepahiang  berharap agar supaya wakil rakyat ini dapat menyelesaikan dalam sangketa ini denagn baik-baik,  karena menurutnya, tak hanya lahan perkebunan , tetapi termasuk perumahan warga juga sebagian masuk RL.

“ Kami curiga sepertinya ada yang tidak transparansi, soalnya jika patok titik kardinat tapal batas itu di rekayasa, Lalu kemudian  ada 2 status, sebagian masuk ke kabupaten Kepahiang sebagian lagi masuk  RL. jelas-jelas wilayah Warung Pojok wilayah Kabupaten Kepahiang,” Ungkap Supian Aidi.

Sementara itu ditempat yang sama menanggapi aksi protes warga, anggota DPRD Kepahiang dari Komisi I Edwar Samsi, yang berkesempatan menerima masyarakat Warung Pojok menjelaskan, Pemerintah Daerah Kepahiang wajib mempertahankan apa yang sudah menjadi ketetapan batas wilayah pemekaran. Meskipun, pengukuran titik koordinat tapal batas merupakan dasar peraturan menteri dalam negeri nantinya,karena itu merupakan hak masyarakat.

“Saya rasa wajar saja kalau masyarakat warung pojok protes, karena sebagian wilayah desa, dan areal perkebunan mereka menjadi 2 setatus, Epeknya nanti mereka kesulitan administrasi kependudukan dan  membuat sertifikat, Logikanya berdasarkan UU 39 tahun 2003 tentang pemekaran Kepahiang itu batas-batas wilayah sudah sangat jelas. Jadi nanti kami dari DPRD  komisi I akan akan panggil bupati, sekda, dan juga pihak BPN yang terkait dalam permasalahan ini,  sebelum masalah ini menyebar luas, yang menyebabkan kedua bela pihak ada yang jadi korban” demikian Tegas  Edwar.(Budi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close