DaerahP.Bengkulu TengahPolitik

Pembangunan Bidang Kesehatan Benteng Belum Maksimal

Dinkes Benteng Dan Dinkes Provinsi Gelar Acara Monitoring Dan Evaluasi Program Pembangunan Di Bidang Kesehatan

BENTENG,rafflesianews.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menggelar acara monitoring dan evaluasi program pembangunan bidang kesehatan di gelar di Kantor Dinas kesaehatan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Senin (27/2/18)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng, H Dahril Mukminin SKM mengungkapkan bahwa pembangunan di bidang kesahatan memang belum maksimal, Maka dari itu pihaknya melakukan kerjasama dengan dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menggelar monitoring dan evaluasi program pembangunan bidang kesehatan agar kedepanya dapat ditingkatkan secara maksimal.

Dilanjutkannya, Hal ini terlihat di beberapa potret infrastruktur yang ada, salah satunya adalah gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Benteng yang berlokasi di Desa Durian Demang, Kecamatan Karang Tinggi.

“Terkhusus RSUD Kabupaten Benteng, bisa dilihat sendiri. Gedungnya memang besar, namun isinya belum mencukupi kebutuhan. Baik itu alat-alat kesehatan (alkes) ataupun sarana dan prasarana pendukung lainnya,” Ungkap Dahril.

Selain itu sambung Dahril, masih banyak sarana dan prasarana layanan kesehatan yang belum memadai. Seperti pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) ataupun pusat pelayanan terpadi (pustu).

“Dari hasil pendataan yang dilakukan di 20 Puskesmas yang ada, masih banyak bangunan Puskesmas dan Pustu yang mengalami rusak berat dan rusak ringan,” imbuhnya.

Lanjut Dahril, Belum maksimalnya pembangunan bidang kesehatan disebabkan faktor anggaran. Karena pagu anggaran yang di alokasikan  melalui dana  (DAK) yang masuk di Kabupaten Benteng mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“ Bayangkan Pada tahun 2017 lalu, kucuran DAK untuk Dinkes Kabupaten Benteng sebesar Rp 40 miliar. Sedangkan pada tahun 2018 ini hanya sebesar Rp 7,5 miliar, itupun setelah ditambah dengan tambahan  dana untuk RSUD Kabupaten Benteng,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Yankes dan SDK Dinkes Provinsi Bengkulu, drg H Edriwan Mansyur MM mengatakan bahwa monitoring perlu dilakukan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

“Kesempatan ini bisa dijadikan salah satu wadah untuk melakukan diskusi kepada seluruh Kepala Dinas, Kepala Puskesmas mengenai kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan. Ini bisa menjadi evaluasi bagi kami dalam menentukan langkah atau kebijakan untuk Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu,” Tutup Edriwan. (rs)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close