Headline NewsHukumKota Bengkulu

MURID SDN 59 KOTA BENGKULU DIDUGA MENJADI KORBAN PENCULIKAN

Kota Bengkulu,rafflesianews.com– Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN)  59  yang terletak di jalan Arah Bela Kota Bengkulu,Keyzia Vanesa Putri, di duga Menjadi korban keganasan pelaku penculikan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTD) Pada Jum,at (19/1.18) lalu.

Menurut paman korban Diki Setiawan saat menyambangi kantor BR selasa (23/1/18) menjelaskan, Seperti biasa istrinya yang merupakan bibik korban sekitar pukul 7.20 Wib  pagi mengantar Keyzia Vanesa Putri berangkat kesekolah, setelah tiba di sekolah ia langsung menuju ke ruang kelas. Namun saat ingin di jemput di sekolah sekitar pukul 11.30 wib korban tak muncul, merasa curiga lalu bibik korban langsung menyanyakan kepada guru yang saat itu wali kelas korban, mengatakan bahwa Keyzia Vanesa Putri tidak masuk sekolah.

“Pada jum,at pagi sekitar pukul 7.30 wib biasanya istri saya yang ngantar Keyzia nama panggilan (anes) ke sekolah,pas ingin di jemput di sekolah ponaan saya tidak datang-datang, lalu  istri saya menanyakan kepada wali kelas,ternyata ponaan saya pada hari itu  tidak masuk sekolah” Kata Diki paman korban

Dikatakan Diki Setiawan, Kejadian ini sudah ia laporkan ke Polsek Ratu Agung kota Bengkulu, Tetapi dirinya merasa aneh karena miskipun sudah buat laporan ke polsek, namun  pihak polsek tidak memberikan surat bukti laporannya.

“Kejadian ini kami langsung laporkan ke polsek Ratu Agung Kota Bengkulu, Tapi kami merasa aneh karena pihak penyidik polsek ratu agung tidak memberikan surat bukti bahwa kami sudah melapor kejadian ini ke polsek, jadi kami merasa keberatan karena disamping anak adik saya itu masih sekolah dan juga takutnya terjadi apa-apa sekarang ini.”Keluh Diki

Ditempat yang sama di jelaskan Johan ayah kandung korban, Keyzia Vanesa Putri di tingal oleh mantan istrinya sekitar umur lebih 1 tahun, karena saat  itu ia

Melihat  bahwa hal ini di culik langsung saya melapor kan matan isteri adik saya ke kapolsek ratu agung  sekitar pukul 10 wb jumat (19/1.18) tetapi saya tidak puwas dengan tindakan polisi polsek  ratu agung seakan  tidak di gubris  pada saat itu juga  pihak  polsek  ratu agung  lasung polisi ketemu  dengan pihak  mantan mertuwa adik saya anes dengan polisi  juga martuwa  adik saya mengakui bahkan di bawak ank nya ke batam.

“ Pas saya cerai dengan mantan istri saya, kami tinggal di rumah orang tua,dan anak saya di sekolahkan oleh ibu saya,  saya kuwatir takut anak saya itu terjadi apa-apa”  Singkat Johan

Sementara itu saat awak media ingin konfirmasi ke pihak polsek ratu agung,pihak penyidik belum bisa memberi keterangan, karena belum ada izin dari kapolsek” demikian (Rn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close