Headline NewsHukumKota Bengkulu

Lagi, Nelayan Trawl Unjuk Rasa Ke Kantor Gubernur

Pemprov Salurkan Bantuan Beras

Bengkulu, rafflesianews.com – Polemik Trawl di Bengkulu belum juga usai. Ratusan nelayan Trawl Bengkulu yang tergabung dalam UNRA, Kelompok Nelayan Bina Bersatu, Eks Jangkar Mas dan Mandiri. Senin (26/3/2018) berunjuk rasa di kantor Gubernur Bengkulu. Unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi Sabtu lalu (24/3/2018) di Kantor Balai Pelabuhan Perikanan Pelabuhan Pulau Baai.

Dengan adanya larangan penggunaan trawl, ratusan pendemo tidak dapat melaut dan menafkahi keluarga. Mereka menuntut bantuan alat tangkap ramah lingkungan yang dijanjikan Plt Gubernur Bengkulu. Selain itu Pemerintah diminta memberikan kebijakan kepada nelayan Pulau Baai untuk bisa melaut dengan menggunakan trawl sampai alat tangkap tersebut terelasisasi.

“Sudah 3 bulan kami tidak melaut. Bagaimana kami mau menafkahi keluarga jika kami dilarang menggunakan alat tangkap yg lama sedangkan penggantinya belum juga terealisasi,” teriak Korlap Aksi Boru Pasaribu.
Selain itu, dalam orasinya para nelayan trawl juga menuntut Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ivan Syamsurizal untuk diturunkan, hal tersebut lantaran melarang penggunaan trawl di laut Bengkulu.

“Turunkan saja Ivan karena tidak ada solusi untuk kami selama ini,” teriaknya lagi dalam orasi.
Usai berorasi, perwakilan pendemo diterima Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk melakukan audensi. Dalam audensi, nelayan bersedia beralih ke alat tangkap yang disarankan pemerintah akan tetapi mesti disesuaikan dengan kondisi laut bengkulu.

“Laut bengkulu ini ombaknya tidak seperti laut di daerah lain karena berbatasan langsung dengan samudra. Jadi alat tangkap ikan yang disediakan pemerintah pun mesti disesuaikan dengan kondisi yang ada,” Ujar perwakilan nelayan, Supriyono.

Selain itu, Supriyono juga mengungkapkan, dampak dari larangan Pemerintah mengenai penggunaan trawl, ratusan nelayan Pulau Baai tidak dapat melaut, sehingga kebutuhan keluarga tidak terpenuhi.

“Bagaimana kami menafkahi keluarga jika kami tidak melaut. Sedangkan kami hidup dari laut,” ungkapnya.
Menganggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menyalurkan bahan pangan kepada nelayan pulau Baai hingga alat tangkap yang baru tersedia.

“Hari ini kita akan bersepakat dengan BULOG untuk menyalurkan bantuan beras. Mungkin besok telah didistribusikan. Mudah-mudahan masyarakat tidak terkendala dengan kebutuhan pokoknya,” sampai Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. (Isphari)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close