Kota Bengkulu

Jelang Habis Massa Jabatan Helmi Hasan Terus Percantik Infrastruktur Pembangunan Kota

Walikota Resmikan Auning Pasar Minggu

BENGKULU, rafflesianews.com – Menjelang habis massa jabatan Walikota Bengkulu Helmi Hasan terus memperbaiki infrastuktur kota, baik pembangunan jalan, maupun pengembangan pariwisata yang ada di dalam kota Bengkulu.

Seperti pengembangan pembangunan di pasar minggu, ia telah meresmikan pembangunan Auning yang terletak di Jalan Bangka Kelurahan Sentiong Kota Bengkulu pada Kamis (18/01/2018) pukul 08.00 wib.

Sehingga dengan peremajaan revitalisasi tersebut, suasana pasar minggu terlihat bersih dan nyaman, Bahkan walikota Helmi hasan berharap dengan dengan adanya pasar minggu sudah di revitalisasi  dapat menambah pendapatan pedagang, dan juga meningkatkan pendapatan hasil daerah.

“Dengan adanya revitalisasi pasar minggu tersebut saya berharap kedepannya suasana menjadi aman dan bersih, kemudian pendapatan pedagang terus meningkat,serta PAD daerah akan bertamabah” Ujar Helmi Hasan.

Dikatakan Walikota, Peningkatan pembangunan adalah sebagai bentuk komitmen pemerintah kota untuk memiliki fungsi strategis sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat ,terutama kepada warga pedagang pasar.

“Nanti segera kita usulkan agar pihak terkait baik Dinas Perhubungan, Disperindag dan yang lainnya agar bisa menyatu supaya terus melakukan penataan pasar, agar  lebih efisien,”  Helmi Hasan.

Lanjut Helmi Hasan, Dirinya memastikan jalan di kawasan Pasar Minggu tahun 2018 ini akan dibangun jalan hotmix.

“InsyaAllah tahun 2018 ini akan selesai. Ini perlu untuk diprioritaskan demi pelancaran jual beli di masyarakat. Pesan saya kepada para pedagang layani pelanggan dengan hati, layani dengan senyum, jangan ada polemik antar pedagang,” Pungkas Helmi Hasan.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu, Dewi Dharma, mengatakan, ada 60 auning yang telah dibangun. Sementara untuk lantai dua akan dikhususkan bagi pedagang kuliner.

“Untuk lantai atas ini khusus kuliner outdor rincianya 2,5 meter kali 1,5 meter. Persisnya tergantung nanti para pedagang apa yang nanti bisa diusahakan. Untuk di bawah di Blok BB itu ada 26 pedagang dan di Blok DK itu 22 pedagang. Ini semua bisa bertambah atau berkurang, karena ada sebagian auning para pedagang tidak di tempati dan yang di tempati belum diukur,” ujar Dewi.

Menjawab persoalan retribusi, Dewi Dharma mengatakan kita mengacu pada Peraturan Daerah Retribusi Pasar. Dewi berharap dukungan semua pihak agar segera disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan dan Pengelolaan Pasar agar seluruh aspirasi pedagang dapat ditampung.

“Kami juga berharap Perda Pelayanan Pasar yang saat ini sudah di DPRD Kota segera ditindaklanjuti,” pungkas Dewi.

Pantauan Pedoman Bengkulu acara di hadiri dari pihak ASN dan OPD Pemerintah Kota Bengkulu. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kunci secara simbolis dan pemotongan pita. (Ispahri/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close