AdvertorialDaerahHeadline NewsSeluma

Gubernur Rohidin Meresmikan Pengoperasian Mesin Penggilingan Getah Karet Gapoktan GEO Makmur

Seluma, rafflesianews.com – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Seluma, Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah meresmikan Pengoperasian Mesin Penggiling Getah Karet Gapoktan Geo Makmur Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma pada Jum’at (10/07/2020).

Dalam penjelasannya, Gubernur Rohidin menjelaskan bahwa pihak terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani karet salah satunya dengan menginisiasi berdirinya Pabrik Mini Pengolahan Getah Karet.

“Jadi kita membangun beberapa buah pabrik mini, untuk pengolahan karet hasil petani, yang bisa dikerjakan petani sendiri sehingga nanti karet dalam bentuk getah segar bisa diolah dalam kebun masing-masing sehingga punya bahan jadi seperti yang ada di atas itu. Itu sudah karet lempengan siap untuk diekspor, permintaannya telah kita sudah kita buat kontraknya dengan india untuk bisa diekspor ke India dengan nilai tambah cukup baik dengan pola begini, kita harapkan harga karet di tingkat petani menjadi lebih baik dan stabil,” ujarnya.

Di hadapan petani dan masyarakat Gubernur Rohidin memaparkan awal mulanya muncul ide pendirian pabrik mini tersebut, mulai dari terbenturnya Peraturan Pendirian Pabrik Skala Besar di Kementrian Perindustrian dan Badan Penanaman Modal hingga diskusi bersama Benny Suharto dan Investor.

“Selain di Seluma, pabrik pengolahan Getah karet ini juga akan dibangun di Bengkulu Utara dua buah tapi persyaratan Kementrian Perindustrian kalau mau bangun pabrik karet dalam suatu wilayah harus mempunyai kebun investornya ini. Persyaratan inilah yang sulit padahal kebun karet ini lebar dan sudah cukup untuk membangun beberapa pabrik. Saya sudah berusaha mulai ke Kementerian Perindustrian dan Badan Penanaman Modal untuk mengubah aturan itu namun sampai sekarang belum nyambung,” ujarnya.

“Maka langkah selanjutnya atas Diskusi kita dengan Pak Benny dan lainnya, beliau mengatakan bagaimana kita kalau kita bangun pabrik skala kecil dulu jadi di setiap kecamatan dibangu pabrik karet untuk mengolah menjadi lempengan-lempengan agar bisa diekspor. Pabrik kecil kayak ini bisa didirikan dan mengerjakannya tidak perlu tenaga ahli tapi bisa masyarakat sendiri. Dan dengan ini nanti diharapkan ada nilai tambah lebih, ini Rp. 5.500/kilo karet yang masih hasil sadapan petani,” imbuhnya.

Gubernur Rohidin juga berpesan kepada masyarakat agar tetap jalin kerjasama yang baik antara satu sama lain dan betul-betul serius dalam menjalankan pabrik mini tersebut.

“Nah kalau sudah diolah nanti berkelompok dengan pabrik di sini mudah-mudahan meningkat pendapatan petani kita dan penghasil karet terbesar di Bengkulu ini adalah Seluma, nomor dua Bengkulu Utara maka juga akan didirikan pabrik di sana. Pesan saya ini tolong diseriusi apalagi kelompok, kalau cara kita dusun jangan iri-irian itu yang penting, yang kedua dijaga betul, yang bekerja tolong dibersihkan rapi, mesin dibersihkan, lingkungan dibersihkan, ini penting, rasa memiliki bersama-sama itu penting walaupun berkelompok,” katanya.

“Nah kalau model ini nanti yakinlah mulai kecil dari seperti ini harapan kita satu tahun dua tahun kemudian tidak perlu investor datang, kita sendiri yang membangun pabrik dalam skala besar, itu bukan tidak mungkin,” tambahnya.

Di sisi lain Zaryana Rait menyampaikan bahwa kedatangan Gubernur Rohidin sangat memberikan dorongan bagi petani sekitar mengingat selama ini Petani di sana tergolong miskin. Melalui perintisan Pabrik Mini ini dirinya berharap Petani Karet dapat bangkit dan karet menjadi komoditi unggulan di Provinsi Bengkulu.

“Kami petani karet memang sudah menunggu Pak Gubernur untuk datang dan kunjungan ke Petani Karet, hampir 7-8 tahun ini petani karet memiliki penghasilan yang tergolong miskin maka beberapa bulan yang lalu kami coba merintis kelompok tani dan Gapoktan dan pada hari ini mengundang Bapak Gubernur meresmikan petani menggunakan teknologi memproses produksi karet agar pendapatan petani itu sedikit meningkat. Kalau Gapoktan kita total kelompok tani yang tergabung itu 1.058 Kepala Keluarga atau 21 Kelompok Tani. Kami berharap akan menjamur Gakpoktan-gakpoktan binaan Pemda Provinsi Bengkulu dan karet ini dijadikan produksi unggulan dan kesejahteraan petani meningkat,” Zaryana Rait

Diketahui, Pabrik Mini di Seluma ditarget produksi getah karet 25 ton/kelompok dan surat pesanan telah dibuat dari pihak India yang menjadi pihak pemesan/importir, hal ini lantaran India merupakan salah satu negara yang mengimpor getah karet terbesar di dunia untuk kegiatan produksi Ban dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Rohidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, Plt Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran, Benny Suharto, Investor India Lalit Khumar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Pertanian Provinsi Bengkulu Ricky Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan dan rombongan.(adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close