Headline NewsKota BengkuluNasional

Enam Kapal Tr awl Milik Nelayan Terjaring Patroli Lanal Bengkulu

BENGKULU,rafflesianews.com –  Dalam upaya menjaga perairan laut Bengkulu , TNI Angkatan Laut Provinsi Bengkulu telah berhasil menangkap Kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap jenis jaring trawl, saat  melakukan patroli laut menggunakan KRI Kurau,dan sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal Nelayan yang berada di perairan laut Bengkulu.

Sebelumnya lanal Bengkulu mendapatkan informasi jika ada kapal nelayan yang beroprasi menggunakan alat tangkap jenis jaring trawl. Tanpa ditunda begitu mendapat informasih Lanal Bengkulu  bergerak cepat dan langsung  mengadakan aksi pemblokiran jalan menujun ke pelabuhan setelah itu melakukan pemeriksaan,ternyata ada enam kapal yang berhasil di amankan oleh lanal Bengkulu.

Diketahui enam (6 ) kapal Trawl yang berhasil terjaring razia oleh tim lanal Bengkulu tersebut yakni, (1) KM. Indah Lestari (2) KM. Putri Kembar (3) KM. Bina Bersatu 70 (4) KM. Bina Bersatu 106 (5) KM. Bina bersatu 52 (6) KM. Bina Bersatu 105,

Menurut Danlanal Bengkulu Letkol Laut ( P) Agus Izudin S.T, menjelaskan, Saat ini lanal Bengkulu terus akan melakukan razia terhadap kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan trawl,karena sebelumnya sesuai dengan kesepakatan dalam diskusi dengan pemprov Bengkulu mereka sudah ada kesepakatan, bahwa alat tangkap ikan trawl seluruhnya akan di ganti oleh  pihak pemerintah provinsi,bahkan pemprov Bengkulu segera mengalokasikan anggaran untuk mengganti alat tangkap trawl tersebut secepatnya.

“Sesuai kesepakatan bahwa biaya untuk ganti alat tangkap milik nelayan itu, bahwa pemerintah Provinsi Bengkulu telah bersedia mengalokasikan anggaran lebih kurang sebesar Rp 3 Miliar, jumlah yang akan di ganti rugi sekitar 150 kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl dan itu berdasarkan data selama ini, Berikut juga penganggarannya di tahun 2018 dari  sumber dana APBD-P, dan kita sudah usahakan untuk menggantikan alat tangkap trawl itu supaya diproses dan dibagikan kepada secepatnya kepada nelayan.makanya kita terus melakukan razia,ternyata ada enam kapal trawl yang masih mengingkari kesepakatan saat terjaring razia oleh anggota saya” Jelas Agus Izudin Danlanal Bengkulu pada sabtu (24/3/18)

Danlanal mengakui bahwa pemeriksaan nelayan tersebut karena mereka mengaku hanya mau melakukan aktivitas memancing, namun pihaknya tidak percaya begita saja. Setelah  melakukan pemeriksaan, ternyata salah satu kapal  membawa dan menyimpan alat tangkap trawl.

“Memang alasan mereka hanya mancing, tetapi saat di geledah, ada satu kapal yang membawa alat tangkap trawl,” tuturnya. Agus menjelaskan, setelah diberikan tindakan dan pengertian oleh Komandan KRI Kurau para nelayan tersebut berjanji tidak jadi melaut dan kembali ke pangkalan di Pulau Baai Bengkulu“Ungkapnya.

Danlanal kembali mengimbau kepada para nelayan trawl untuk tidak lagi mencoba-coba melaut menggunakan alat tangkap trawl yang sudah dilarang Pemerintah Pusat. ‘Kita minta kepada nelayan trawl untuk bersabar dan jangan lagi melaut menggunakan trawl, kan alat tangkap ramah lingkungan masih disiapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, jadi kita harapkan untuk bersabar sedikit lagi,” demikian tutup agus (Paahri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close