Kota BengkuluPolitik

DPRD KOTA DESAK PEMKOT TUNTASKAN USULAN WARGA

// Terkait Permohonan Lahan Pembuatan Masjid

// Terkesan Alergi Wartawan, Sesda Kota Tolak Dikonfirmasi

KOTA BENGKULU,R afflesianews.com  Lantaran belum adanya kejelasan permohonan pemanfaatan aset lahan milik Pemerintah Kota untuk dibangun masjid dan areal pemakaman, Ketua RT 13 Kelurahan Bentiring, Pahrizal ST mewakili warganya kembali mendatangi DPRD Kota Bengkulu, Senin (26/2) sekira pukul 09.30 WIB.

Dikatakan Pahrizal, permohonan warga telah diutarakan kepada Ketua DPRD Kota, Erna Sari Dewi. Bahkan Erna telah melakukan sidak dilokasi dan berjanji akan merealisasikan usulan warga tersebut.

 “Saya mewakili warga menagih janji Ketua Dewan yang akan memanggil pihak pemkot untuk merealisasikan pemanfaatan lahan sebagai fasilitas umum. Namun sampai saat ini janji Ketua DPRD Kota ini tidak ada kejelasan,”Kata Parizal

Dijelaskan Pahrizal, Lahan tanah yang berstatus aset pemda Kota Bengkulu tersebut pada tahun 1995 sudah di ploting oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bengkulu seluas  62,9 Hektar. Kemudian Pemerintah kota Bengkulu pada tahun 1996 Melakukan ganti rugi melalui anggaran APBD, Tetapi kondisi saat ini lahan tersebut sudah banyak yang serobot oleh warga.

Kan sangat disayangkan, usulan kami tidak diindahkan namun lahan diserobot warga untuk dijadikan milik pribadi seakan didiamkan pihak pemerintah,” kesalnya.

Dikatakannya, tutup matanya Pemkot seakan disengaja.  Warga menduga adanya oknum pejabat yang menguasai lahan milik Pemkot tersebut.

Dugaan warga ini bukan tanpa alasan, Pahrizal mengungkapkan, aset tanah tersebut tidak terdaftar di bagian aset Pemkot. Namun anehnya, di DPRD Kota Bukti baik Surat  tanah maupun Berita Acara Pembebasan Lahan pada Tahun 1995 Oleh BPN  semuanya Lengkap.

Ini kan janggal. Kok bisa di Dewan tanah itu milik Pemkot namun di Pemkot malah tidak terdaftar pada aset Daerah, pukas Pahrizal kemudian.

Ditempat Yang sama, Wakil Ketua Komisi II DPRD kota Bengkulu HERI IFZAN,SE membenarkan, Bahwa lahan seluas 62,9 Hektar tersebut benar aset pemkot Bengkulu. Karena menurut dia lahan itu dibebaskan menggunakan Anggaran dana APBD kota pada tahun 1996 dan arsip suratnya ada di DPRD kota Bengkulu.

“Lahan tersebut memang Benar milik Pemkot Bengkulu, karena setiap aset yang di danai melalui APBD arsipnya pasti ada. Bahkan tanah tersebut terdaftar sebagai asset Negara, Tegas Ifzan

Ifzan melanjutkan, sebaiknya pemerintah tidak berlarut-larut menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi pengajuan warga itu untuk kepentingan umum. Menurutnya, Pemerintah selalu lalai setiap menuntaskan masalah sehingga menjadi polemik yang berkepanjangan.

 “Kami minta pemerintah kota Bengkulu secepatnya menuntaskan permohonan warga RT 13 tersebut.  Karena secara administrasi system pengajuan mereka sudah benar. Dari pada lahan itu diserobot warga, lebih baik di manfaatkan untuk fasilitas umum demi kepentingan bersama,” Tutup Ifzan dengan tegas.

Sementara itu, Ketika wartawan ingin konfirmasi ke bagian aset di DPPKAD Kota Bengkulu, tidak ada satupun yang bisa memberikan keterangan. Begitupun dengan Seketaris Kota, Marjon M.Pd terkesan menolak ketika hendak dikonfirmasi.

”Bapak tidak bisa di ganggu dan banyak pekerjaan yang akan ditandatangan di atas mejanya” ujar staf Marjon.  (Rian)

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close