Politik

Direstui DPP Golkar Rohidin Imron Menguat

Bengkulu, rafflesianews.com – Peta pasangan Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu menjelang Pilgub 2020 semakin mengerucut. Selain itu sudah mendapat sinyal kuat direstui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai.

Dilansir dari media Harianrakyatbengkulu.com, Gubernur Bengkulu,DR. Rohidin Mersyah MMA. Menurut Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bengkulu Samsu Amanah, bahwa Golkar yang memiliki tujuh kursi di DPRD Provinsi Bengkulu memiliki peluang besar untuk mengusung kader sendiri, yaitu kader terbaik mereka Rohidin Mersyah pada Pilgub
mendatang. Selain saat ini menjabat sebagai
Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Rohidin
juga merupakan seorang petahana karena
saat ini menjabat sebagai seorang gubernur.

“Dengan tujuh kursi kita bisa mengusung
kader terbaik kita, yaitu ketua kita sendiri. Dan Alhamdulillah sudah mendapat restu dari DPP. Tinggal lagi mencari parpol koalisi untuk melengkapi syarat pencalonan, minimal 9 kursi” ujar Samsu.

Sementara untuk pendamping Rohidin nanti,
meskipun penentuan calon gubernur-wagub
tetap berdasarkan mekanisme parpol yaitu
melalui penjaringan, namun Samsu tidak
menampik bahwa figur tokoh dengan asal
yang berbeda dengan Rohidin ikut menentukan pasangan bagi Rohidin. Misalnya, Rohidin sendiri merupakan tokoh Serawai sehingga untuk pasangannya nanti akan diambil tokoh di luar Serawai, seperti dari tokoh Rejang.

Menurut Samsu, kandidat paling kuat saat ini
untuk mendampingi Rohidin maju dari tokoh
Rejang saat ini adalah Imron Rosyadi. Mantan Bupati Bengkulu Utara (BU) dua periode dan figur tokoh Rejang yang sudah
berpengalaman. “Dia (Imron) memang kader
Golkar juga, tapi ini bukan karena ego partai
semata atau karena sukuisme saja. Namun
pertimbangan figur tokoh Rejang tadi,”
tukasnya.

Selain Rohidin nama kandidat calon gubernur yang sudah muncul sekarang ini, juga ada dari tokoh serawai yaitu Agusrin M Najmuddin. Sebagai mantan dari Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu, Agusrin masih memiliki peluang untuk memakai perahu Demokrat. Hasil pemilu legislatif kemarin, Demokrat memperoleh lima kursi sehingga Demokrat juga memiliki posisi strategis dalam menentukan kebijakan untuk mengusung calon gubernur.

“Sekarang sudah banyak kandidat yang
muncul, dan semakin banyak calon yang
muncul itu berarti semakin banyak yang ingin memajukan Bengkulu,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu Edison Simbolon.

Saat ditanya peluang bagi Agusrin mantan
orang nomor 1 di Bengkulu untuk diusung
kembali oleh Demokrat, Edison menjawab
bahwa itu bisa saja terjadi. Terlebih, Agusrin
mempunyai sejarah khusus dengan partai
Demokrat. Merupakan Ketua DPD Partai
Demokrat pertama di Bengkulu, dan gubernur pertama di Indonesia dari Demokrat.

“Tidak ada yang tidak mungkin, semuanya
mungkin. Beliau (Agusrin) itu punya sejarah
khusus dan orang tidak mungkin melupakan
sejarah,” tuturnya.

Berbicara koaliasi lama antara Demokrat
dengan PKS yang pernah terjadi pada pilgub
sebelumnya, menurut Edison itupun bisa saja terulang. Hanya saja dengan 3 kursi yang diperoleh PKS maka mereka tetap masih harus mencari minimal 1 kursi lagi agar menjadi 9 kursi. Demokrat pun membuka koalisi dengan
parpol manapun.

“Penjaringan tetap ada, mulai dari
kabupaten/kota sampai untuk provinsi. Posisi semua partai sekarang masih you can see, melihat. Otomatis kita juga sedang
menunggu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Provinsi
Bengkulu, Elva Hartati mengatakan pihaknya
merencanakan pada September ini PDIP akan membuka penjaringan untuk Bakal Calon (balon) gubernur-wakil gubernur. Penjaringan tidak dibatasi hanya untuk kader saja melainkan bisa dari luar termasuk kader
parpol lain. Dalam penjaringan tersebut ada
beberapa tahapan yang akan dilaksanakan
dan siapa saja boleh mendaftar. PDIP dengan tujuh kursi yang diraih pada pemilu legislatif memiliki peluang mengusung kader sendiri.

Namun tujuh kursi ini belum cukup untuk
mengusung sendiri maka PDIP harus tetap
berkoalisi dengan parpol lainnya. Pihaknya
juga sudah melakukan komunikasi dengan
semua parpol lainnya di Provinsi Bengkulu.
Namun kepastian siapa yang menjadi koalisi
PDIP nantinya akan dilihat melalui survei
terlebih dahulu. Pihaknya mengusahakan agar kader PDIP diusahakan agar masuk dalam Pilkada Gubernur nanti. itu dikarenakan PDIP memiliki kader terbaik seperti Rosjonsyah, Dadang Mishal dan lainnya.

“Kami pokoknya harus ada kader yang ngaitlah
saat pilkada nanti, namun siapa kader kita
yang maju kita akan tentukan lewat
penjaringan pada september nanti, “jelasnya.

Wakil Ketua DPW PAN, Dediyanto menjelaskan bahwa dengan posisi dua kursi itu membuat Helmi Hasan cukup sadar diri untuk tidak berbicara dahulu dan mendeklarasikan sebagai calon gubernur. Namun, informasi Helmi Hasan maju sebagai calon independen memang sudah didengar oleh semua pihak.
Bahkan sudah ada aliran KTP yang masuk ke
teman-teman di DPW PAN. Pihaknya sungguh mengapreasisiasi hal tersebut karena merupakan sebuah bentuk dukungan dari masyarakat. Apalagi ada tokoh tokoh kuat yang berkemungkinan maju dalam Pilgub nanti seperti Rohidin, Rosjonsyah, Ferry Ramli, Agusrin, Supratman membuat Helmi Hasan merasa sungkan untuk mendeklarasikan maju dalam Pilgub 2020 mendatang.

“Dia merasa bahwa tokoh-tokoh tersebut
merupakan tempat ia belajar, Ia agak sungkan mendeklarasikan maju Pilkada nanti, namun jika dalam perkembangan nanti, ia merasa ada suara langit maka ia akan maju, “jelasnya.

Ia menambahkan, untuk jam dinding ada foto Helmi dengan beberapa tokoh menurutnya bukan bertujuan untuk politik. Namun, jam dinding itu merupakan bentuk ajakan kepada semua pihak untuk memakmurkan rumah ibadah. Apabila Helmi Hasan maju dalam Pilkada 2020 nanti, kriteria calon pendampingnya yakni harus memiliki visi dan misi yang sama dengan beliau. Kriteria tersebut berupa APBD untuk rakyat, jiwa sosial yang mengarah untuk memakmurkan masyarakat dan rekam jejak yang dimilikinya.

Selain itu, cara pandang calon wakilnya nanti
harus menjadikan rumah ibadah untuk
memakmurkan masyarakat Bengkulu. Itu
dikarenakan dalam pandangan Helmi Hasan
adalah Rumah Ibadah dapat mencakup semua kajian seperti ekonomi, sosial dan lainnya.

“Jika maju nanti, kriteria calon pendamping
yang diinginkan pak Helmi itu adalah harus
sesuai dengan visi dan misinya, serta cara
pandangnya terkait menjadikan rumah ibadah untuk memakmurkan Bengkulu,”lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi mengakui bahwa tentunya dalam Pilgub mendatang pihaknya akan mengusungkan kader-kader terbaik yang dimiliki oleh Nasdem. Nasdem memiliki banyak kader-kader terbaik seperti Ferry Rami, Dedy Ermansyah dan lainnya. Soal siapa yang diusung nanti tentunya akan melalui proses terlebih dahulu. Adapun proses tersebut adalah penyaringan, penjaringan, tes
kompetensi, dan lainnya. Untuk soal siapa
yang akan maju nanti, Nasdem mengupayakan untuk mengusung kader yang paripurna. Kader paripurna adalah kader yang memang memiliki kompetensi, daya jual yang tinggi dan memiliki peluang besar untuk menang dalam
Pilkada nanti.

“Kita punya banyak kader-kader terbaik seperti Ferry Ramli dan Dedy Ermansyah, namun siapa yang akan diusung nanti kita akan rapatkan dahulu sesuai hasil penyeleksian, yang pasti kader tersebut harus paripurna,”‘ungkapnya.

la menambahkan, nantinya kader dari
Nasdem akan diusung menjadi Cagub dan
untuk Cawagubnya akan dijaring dari partai
koalisi. Adapun kriteria calon yang akan
diambil yakni harus memiliki kemampuan,
pengalaman politik yang tinggi dan tangguh.
Untuk masalah politik kesukuan tentunya kami akan melihat situasi terlebih dahulu karena itu juga merupakan bagian penting. Namun satu hal yang menjadi catatan, Partai Nasdem menggunakan politik tanpa mahar sehingga siapapun kader terbaik nantinya partai akan siap mendukung penuh. Pihaknya pun akan terus melakukan pemantauan terhadap kader-kader yang ada guna melihat daya jual dan daya dukungan masyarakat karena Nasdem mencari kader yang memiliki peluang terbesar bakal menang jika maju dalam Pilkada 2020
nanti.

“Jadi siapapun kader terbaik yang akan
diusung nanti akan didukung penuh dalam
Pilgub kedepan, tentunya proses penyaringan akan ketat karena kita mencari yang berpeluang besar bakal menang dalam pilkada nanti,”tutupnya.(oi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close