Bengkulu Selatan

Diduga Proyek Disdikbud BS Dijadikan Ladang Korupsi

Bengkulu Selatan, Rafflesianews.com – Proses pekerjaan proyek rehabilitas gedung sekolah dasar negeri (SDN) 20 dan pembangunan pagar yang dianggarakan melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bengkulu selatan Sebesar Rp. 149.945.000; (Seratus Juta Empat Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) sumber dana Bantuan Keuangan APBD tahun Anggaran 2017 di duga terjadi penyimpangan.

Menurut ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Rakyat (FPR) yang berdomisili di kabupaten Bengkulu melalui sekretaris Bambang Putra kepada RN menjelaskan, Berdasarkan hasil investigasinya dilapangan terdapat beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan speksifikasi, sehingga tidak mengacu pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang tercantum dalam kontrak kerja.

“Yang kami Temukan dilapangan pekerjaan rehabilitasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Kabupaten Bengkului Selatan tersebut, terutama proses pekerjaan pada adukan semen mereka tidak menggunakan bak untuk ukuran pasir., sehingga saat ini kondisi semen yang terpasang sudah rontok, akibat adukan menggunakan semen satu dibanding banyak” Kata Bambang Putra menambahkan

Lanjut Bambang” Bahkan tidak hanya di sekolah SDN 20 saja yang bermasalah, tetapi bagi sekolah yang mendapat bantuan dana bantuan dari APBD melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten bengkulu selatan tehun anggaran 2017 ini diduga terindikasi penyimpangan” Ungkapnya

Dikatakan Bambang, Dugaan kejanggalan pada proyek yang danai oleh negara ini, akibat kelalaian dari pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bengkulu selatan, Karena menurut dia pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah dasar SDN 20 dikerjakan oleh CV.Tanjung Mulia, kemudian perusahaan CV.Viko Utama, Mengerjakan rehabilitasi gedung sekolah dasar negeri (SDN) 51.

“Eronisnya ada beberapa paket proyek seperti rehabilitasi gedung sekolah SDN
44,dan pembangunan UGB serta SKB dikerjakan secara swakelolah, sedangkan alokasi dana dari sumber anggaran yang sama,Paparnya

Bambang menilai bahwa pihak diknas Dikbud Bengkulu selatan telah melakukan persengkongkolan dengan pihak ketiga, karena yang seharusnya proyek itu dikerjakan oleh pihak ketiga tapi di kerjakan dengan sistem swakelolah.

“Saat ini saya sedang melengkapi data, setelah lengkap kita segera melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum, untuk itu saya mintak kepada aparat penegak hukum yang ada di kabupaten Bengkulu selatan supaya menindak tegas baik dinas terkait maupun terhadap perusahaan kotraktor pelaksana pekerjaan proyek ini” Tutup Bambang.

Sementara itu ketika awak media mendatangi dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten bengkulu Selatan dan pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut terkesan menghindar, sehingga berita ini tanyangkan tidak ada satu pun yang bersangkutan bisa dimintai konfirmasih Demikian “(Ken)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close