Kota Bengkulu

Dewan Desak Aparat Tegas,Tindak Pelaku Jual Lapak Ilegal

BENGKULU, rafflesianews.com– Pelaksanaan festival tabut Bengkulu 2018, mulai menjadi sorotan publik, terutama pedagang yang menguasai dan berjualan di depan View Tower diduga ilegal sehingga terjadi pelanggaran,akibat kelalaian pengelola yang membiarkan pedagang berjualan diatas jalur steril, Padahal dari pedagang yang menempati lapak dari awal sudah dilarang oleh pihak penyelenggara.

” EO bazar yang diluar itu melanggar aturan yang telah kita sepakati, untuk tidak menegakkan tenda bazar di depan kantor pos dan depan tugu Thomas Parr, sampai ke Gerbang Kampung Cina, tapi nyatanya banyak tenda disana dan petugas diam saja sehingga terkesan dibiarkan meski melanggar,” Ujar salah satu pedagang yang nama tidak mau di tulis namanya, kemarin(20/09/18)

Menurut sumber, yang memiliki lapak resmi lainnya meminta agar aparat kepolisian mengusut secara tuntas terhadap oknum yang bermain dengan pedagang menjual lapak ilegal, karena setahu dia semuanya sudah ada aturan

” Jangan sampai timbul kecurigaan adanya lapak ilegal yang sengaja di jual oleh oknum tertentu,demi untuk menguntungkan diri sendiri, Apalagi berdasarkan kesepakatan bersama bahwa di lokasi tersebut tidak boleh di pasang tenda,” Ungkap Simber Menambahkan.

Lanjutnya sumber “Dari awal sudah ada kesepakatan bahwa pada zona yang di lalui kenderaan lalu lintas, tidak ada yg pasang tenda, Alasannya
selain membuat kemacetan lm pada, lokasi tersebut,juga merupakan objek wisata sehingga paea pengunjung tetap bisa melihatnya tanpa dikotori oleh aktifitas berdagang.

” Tapi lihatlah petugas keamanan tidak bisa menegakkan aturan, apalagi malam besok (hari ini) ada malam tabut bersanding pasti akan sangat padat pengunjung,” cetusnya lagi.

Selain pedagang hal ini juga sudah mendapat sorotan tajam dari wakil ketua Komisi II DPRD kota, Iswandi Ruslan S.Sos ia menduga telah terjadi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu, dimana aturan dibuat sengaja untuk dilanggar, agar bisa mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu tanpa menyetorkan PAD ke kas daerah pemda ” Ini perlu diusut pasti ada pungli disana, yang jelas kita minta ada ketegasan pemerintah dan aparat untuk mengatur agar ikon tabut yang menjadi kebanggaan Kota Bengkulu terus digemari masyarakat,” Tegas Dewan kota Bengkulu

Setelah pelaksanaan tabut berakhir, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan selaku penanggungjawab pelaksanaan terkait adanya laporan masyarakat tersebut. Dan diingatkan untuk tidak coba-coba bermain dengan oknum tertentu untuk menarik keuntungan diluar aturan yang disepakati.

” Harus ada konsep yang jelas dan kajian yang matang, termasuk keamanan pedagang dan pengunjung. Kalau setiap tahun kegiatan tabut amburadul bisa berdampak buruk,” Pungkasnya. (Heri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close