Headline NewsKota Bengkulu

Dampak Kebijakan Pemerintah di Masa Pandemi Mulai Tampak, Geliat Ekonomi Perlahan Tumbuh

Bengkulu, rafflesianews.com – Pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor ekonomi, termasuk di wilayah Provinsi Bengkulu.

Selain melemahkan produksi, pandemi Covid-19 juga melesukan daya beli masyarakat di hampir semua lapisan ekonomi.

Namun, seiringnya waktu, pemerintah tentu tidak akan tinggal diam dalam menghadapi situasi ini, kebijakan pemerintah pusat dalam menangani pemulihan ekonomi masyarakat terus diupayakan hingga ke daerah-daerah.

Di Provinsi Bengkulu sendiri, sejak diberlakukanya new normal, daya beli masyarakat mulai merangkak naik, walaupun belum begitu maksimal.

Seperti yang diungkapkan pedagang berskala besar di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Jason Tjan, yang mengakui usaha retailnya sempat anjlok beberapa bulan lalu akibat Covid-19.

“Kami sempat ‘down’ menghadapi situasi saat ini, beruntungnya kami menjual keperluan primer, sehingga walupun diterpa Covid -19, kami masih bisa bertahan. Memang daya beli masyarakat sangat turun, namun saat ini setelah banyak kebijakan dari pemerintah mulai ada gairah dalam jual beli,” ungkap lelaki yang berdarah Cina ini.

Dirinya berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah bijak untuk memulihkan ekonomi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Sarinah, penjual sayur mayur di Pasar Minggu Kota Bengkulu mengakui jual beli di saat ini jauh menurun dibandingkan sebelum adanya Covid-19.

Namun, lanjutnya, setelah adanya berbagai bantuan dan kemudahan yang diberikan pemerintah kepada pedagang maupun kepada masyarakat, jual beli sudah sedikit normal.

“Pahit-pahit nian (sangat susah benar) untuk mendapatkan untung seperti dulu lagi. Tapi kini sudah mulai sediki pulihlah dengan adanya berbagai bantuan dari pemerintah,”ujarnya, sembari melayani pembeli.

Ungkapan serupa juga disampaikan Sobirin, penjual terlur asin keliling. Sejak Corona merebak, pendapatannya jauh menurun. Biasanya telur asin yang dia jajakan bisa habis 100 hingga 200 butir satu hari. Namun saat ini hanya bisa laku 30 butir dalam satu hari.
“Susah kini, paling laku 30 butir dalam sehari, Cuma bisa untuk makan saja,” ujarnya.

Dirinya berharap, bantuan pemerintah dapat segera turun dan menyasar kepada semua lapisan masyarakat, sehingga baik pedagang maupun pembeli (masyarakat) dapat terus bertahan dalam kondisi saat ini.

“Kalau tidak segera dibantu, bisa-bisa sama-sama ambruk kita ini,” ungkap lelaki yang pernah bekerja di Bank Swasta ini.

Seperti diketahui, pemerintah terus mengupayakan pemulihan ekonomi dalam kondisi Covid-19 ini. Salah satu upaya yang sedang dilakukan saat ini dengan melakukan refocusing dan realokasi anggaran baik dari APBN maupun APBD untuk penanganan Covid-19.

Refocusing dan realokasi tersebut diprioritaskan pada bidang kesehatan, penanganan jejaring sosial serta bantuan bagi dunai usaha.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menggelontorkan dana recofusing untuk tiga hal tersebut. Terkhusus bantuan bagi dunia usaha, pemprov Bengkulu juga melakukan kerjasam dengan berbagai pihak untuk memulihkan ekonomi kerakyatan.

Selain itu, Provinsi Bengkulu yang dipimpin Gubernur Rohidin Mersyah ini juga melakukan terobosan- terobosan sesuai instruksi pemerintah pusat dalam menggairahkan ekonomi masyarakat selain melakukan antisipasi penyebaran virus Corona.(mc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close