Advertorial

Dalam Hut Provinsi Bengkulu Ke 49 Tahun DPRD Minta Pemprov Berbenah dari di Semua Sektor

 

BENGKULU, Rafflesianews.com –Didalam usia ke 49 tahun ini Provinsi Bengkulu telah banyak menunjukan perubahan perubahan ke arah yang lebih baik, namun lembaga DPRD Provinsi Bengkulu meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk terus berbenah diri dalam semua hal.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu H. Ihsan Fajri, saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bengkulu dengan agenda peringatan Hari Ulang Tahun ke 49 tahun Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, langkah langkah pembenahan harus dilakukan Pemda provinsi Bengkulu yang sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan.

Gubernur dan Wakil Gubernur H. Ridwan Mukti – H. Rohidin Mersyah dari segala bidang. Diantaranya, pembangunan infrastruktur khususnya rencana pembangunan jalan tol dari Lubuk Linggau menuju Kota Bengkulu, dan rel kereta api dari Kota Padang Kecamatan Padang Ulak Tanding menuju Pelabuhan Pulau Baai.

“Kemudian kita dari pihak legislatif meminta adanya langkah kongkrit agar para investor bisa banyak menanamkan investasinya di Provinsi Bengkulu, perbaikan sarana olahraga dan pelayanan kesehatan khususnya pada Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu, termasuknya juga penanganan masalah narkoba yang marak terjadi dalam wilayah Bengkulu serta permasalahan Hak Guna Usaha (HGU),” pintanya, Sabtu, (18/11/2017).

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu ketika menanggapi pernyataan tersebut menyatakan, Pemprov akan bertekad melakukan pembenahan seiring beberapa persoalan yang disampaikan pihak legislatif, terkhusus langkah awal perbaikan birokrasi melalui evaluasi tahunan.

“Khusus untuk evaluasi HGU baik perkebunan dan pertambangan, Pemprov akan menjalankan secara baik. Apalagi Pemprov juga sudah mengantongi surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar melakukan evaluasi terhadap perusahaan perkebunan dan pertambangan yang bermasalah dalam wilayah Bengkulu,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan Rohidin, Pemprov juga terus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Disamping itu untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan, karena diketahui sekitar 48 persen desa yang ada di Bengkulu masih tertinggal dan perlu upaya percepatan agar bisa keluar dari kemiskinannya.

“Dengan berbagai langkah itu, Pemprov Bengkulu juga harapkan semua pihak tanpa terkecuali untuk bersama-sama menyatukan tekad membangun Bengkulu ini, agar tidak lagi menjadi salah satu daerah tertinggal dan termiskin khususnya di wilayah Pulau Sumatera,” tandasnya.(Si)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close