HukumKota Bengkulu

5 Tahun Bermukim, 40 KK Tanpa Status Kependudukan

 

Dedi Sitanabel (Kiri) dan Warga menunjukan hasil musyawarah rencana pembentukan RT baru, Kamis (29/01/2018) saat di kantor redaksi rafflesianews.com (foto : rian)
Dedi Sitanabel (Kiri) dan Warga menunjukan hasil musyawarah rencana pembentukan RT baru, Kamis (29/01/2018) saat di kantor redaksi rafflesianews.com (foto :rian)

Bengkulu,rafflesianews.com – Kendati telah bermukim lebih dari 5 tahun di jalan Citandui Kelurahan Muara Dua Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, 40 Kepala Keluarga (KK) belum mendapatkan status kependudukan jelas.

“Tempat tinggal kami belum memiliki RT (Rukun Tetangga-red) namun wilayah kediaman kami ini termasuk wilayah Kelurahan Muara Dua,” ujar perwakilan warga, Dedi Sitanabel, Kamis (25/1) saat menyambangi Redaksi RN.

Dengan permasalahan tersebut, Dedi mengakui, warga kesulitan untuk mengurus administrasi baik itu perubahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran maupun administrasi lainnya.

“Karena penerbitan kartu keluarga harus ditandatangani RT,” katanya.

Untuk itu, warga Bengkulu “ilegal” ini bermaksud membentuk perangkat RT baru. Minggu (22/1) warga setempat telah mengadakat musyawarah perencanaan ini. Menurutnya dengan adanya pembentukan RT baru, hak konstiusional WNI dapat diperoleh warga termasuk dalam hak pilih.

“Terlebih, dengan tidak jelasnya status kependudukan, warga kehilangan hak pilih dalam pilwakot mendatang,” pukasnya.

Selain itu tujuan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi. Untuk itu dirinya mewakili warga berharap agar pembentukan RT dapat terealisasi secepatnya.

“Jadi kami sangat berharap pemerintah memprioritaskan pembentukan RT dalam waktu dekat ini. Karena kami sebagai WNI juga mempunyai hak memperoleh kesejahteraan,” harapnya kemudian. (rn)

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close