DaerahHeadline NewsRejang Lebong

3 Aspek Fokus Gubernur Rohidin dan FKPD Cegah Corona

Rejang Lebong, rafflesianews.com – Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Rejang Lebong, Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah memimpin Pertemuan sekaligus Rapat Terbatas Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang bertempat Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong pada Jum’at (27/03/2020).

Tampak hadir dalam pertemuan ini, Bupati Rejang Lebong Dr H Ahmad Hijazi, Bupati Kepahiang Dr H Hidayatullah Sjahid, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs Supratman, Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Dwi Wahyudi, Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Yustus Nasarius Rossi, Wabup Rejang Lebong, Wabup Kepahiang, serta Unsur OPD dan FKPD.

Pertemuan sekaligus Rapat terbatas ini digelar untuk membahas Upaya dan Sinergitas FKPD dalam menekan dan menanggulangi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau yang lebih dikenal Virus Corona. Di dalam Rapat ini dipertegas bahwasannya FKPD berkomitmen untuk menjaga dan mengedukasi masyarakat agar dapat terhindar dari Wabah Corona lewat upaya preventif di Jalur Transfortasi Darat, Laut dan Udara.

Dalam pemaparanya, Gubernur Bengkulu menyampaikan rasa syukurnya sampai saat ini Bengkulu masih berada di dalam zona hijau, terlepas dari itu dirinya menegaskan kewaspadaan dan upaya preventif akan terus digencarkan. Gubernur juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dan perlu sinergitas bersama FKPD.

“Dalam Rapat ini kita ingin memastikan tindakan dan upaya serius di 9 Kabupaten/1 Kota dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Wabah Covid-19, alhamdulillah Bengkulu masih berada pada zona hijau, meski di satu sisi kita bersyukur perlu tertanam komitmen, usaha, ikhtiar yang betul-betul dan sungguh-sungguh dalam menyikapi wabah ini. Di peta BNPB hanya Bengkulu yang masih zona hijau di kawasan Sumatera, Covid-19 ini sudah ditetapkan sebagai bencana sosial nasional, siaga darurat nasional, statusnya sama dari Pusat hingga ke Desa/Kecamatan. Dampaknya sekolah diliburkan, aktivitas ekonomi terhenti, maka dari itu harus mendapatkan tindakan serius dari kita semua,” tuturnya.

Dalam pemaparannya juga, Gubernur menyampaikan beberapa Poin yang menjadi fokus kebijakan bersinergi dengan FKPD se-Provinsi Bengkulu yakni :

1. Aspek pencegahan
– Memastikan wilayah perbatasan memiliki posko penanganan orang yang akan masuk ke Provinsi Bengkulu
– Pergerakan penumpang di Bandara, Pool-pool Bis tanggung jawab Provinsi, penyebrangan ke Pulau baai-Enggano dipantau secara saksama
– SosialisasikanEdaran secara resmi maklumat terkait penyelenggarakan jenazah korban Covid-19, Acara pernikahan dipebolehkan sebanyak 10 orang namun pestanya ditunda
– Menunda perjalanan dinas ke luar daerah untuk Pejabat Pemeintahan kecuali berkenaan denga hal dipanggil Presiden/Kementerian
– Meminta dukungan dari pelaku usaha untuk menggalakkan menjaga kebersihan dan juga menyediakan tempat cuci tangan
– Menggalakkan Sosial Distancing dan Physical Distancing dalam upaya pemutusan mata rantai Covid-19
– Merutinkan Razia untuk menghindari kerumunan/perkumpulan orang dalam jumlah banyak.l,

2. Aspek Penanganan
– Rumah Sakit yang menjadi Rujukan Pasien Covid-19 di Provinsi Bengkulu yakni ada 3 yaitu RS M Yunus, RS Argamakmur Bengkulu Utara, RS Hasannudin Damrah Bengkulu Selatan
– Skrenario 2 yakni menetapkan 5 Rumah Sakit Tambahan untuk penanganan Covid-19 yakni RS Curup, RS Muko-muko, RSHD Kota, RS DKT, dan RS Bhayangkara
– Skenario 3 jiakalau Pasien Covid-19 tidak tertampung maka Mess Pemda, LPMP, Bapelkes, serta BPSDM/Asrama Haji akan menjadi opsi selanjutnya.
– Pendistribusian Alat Pelindung Diri (APD) diutamakan untuk Petugas Kesehatan, selanjutnya Pasien PDP, ODP, serta orang yang berinteraksi dengan PDP yang meninggal,
– Posko Penanganan dan Pemantauan Covid diharapkan on call 24 jam,

3. Aspek Penanganan dampak :
Jikalau aktivitas Ekonomi/Sosial Lumpuh maka ada beberapa wacana yang akan dilakukan yakni :
– Pembagian kartu sembako yang sudah diwacanakan, dan Kabupaten/Kota diminta siapkan data
– Kartu Pra Kerja
– Restrukturisasi/Penundaan Kredit untuk yang terkenai dampak seperti pelaku usaha mikro, pedagang, maupun usaha transfortasi lokal san lain-lain
– Pemprov akan membuat donasi dari OPD-OPD, yang bisa digunakan untuk sembako, pembuatan masker, dan lainnya
– Mengajak Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda, LSM dan lain sebagainya untuk menssosisasikan pencegahan Covid-19 di kalangan masyarakat.

Disisi lain, unsur FKPD juga menyampaikan siap bersinegi mencegah dan memutus mata rantai covid-19, tidak hanya itu Unsur FKPD telah melaporkan bahwa telah menggalakkan upaya-upaya pencegahan Covid-19 ini dengan menjaga kebersihan, mencuci tangan, menghindari berkumpul dalam jumlah banyak, menggalakkan dan mensosialisasikan Social Distancing dan Physical Distancing. (Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close